Jumat, 21 November 2014

Menjalin hubungan dengan ikhwan, bolehkah?



(Sapir, Raud, Ucan, Dinda, Hafeeza, Huma, Hanna)

Ada sebuah lagu lawas yang dinyanyikan kembali oleh Slank
Pandangan pertama awal aku berjumpa
seolah-olah hanya impian yg berlalu
sungguh tak kusangka dan rasa tak percaya
cowok setampan dia datang menghampiriku
hampir-hampir aku tak sadar dibuatnya

Ada yang menyebutkan bahwa pandangan pertama adalah sebuah anugerah. Pandangan berikutnya yang disengaja adalah musibah. Kalo nggak sengaja? hmm.. Atau ada juga sebuah pantun, mungkin kita masih ingat?
Dari mana datangnya lintah
Dari sawah turun ke kali
Dari mana datangnya cintah
Dari mata turun ke hati

Pandangan bisa mengarahkan manusia pada cinta. Cinta adalah sebuah anugerah. Namun, cinta bisa menjadi sebuah musibah apabila kita menyikapinya dengan salah. Cinta tumbuh karena ada perasaan yang kita anggap “spesial” untuk lawan jenis kita. Interaksi dengan lawan jenis dapat menumbuhkan rasa cinta? Parahnya apabila peraasaan tersebut ditanggapi dengan berlebihan. Oleh karena itu, bolehkan interaksi dengan lawan jenis?
Menurut pendapat sebagian orang, sebenarnya, berinteraksi dengan lawan jenis boleh saja asalkan tidak terus menatap matanya. Karena dikhawatirkan  dapat menimbulkan zina mata walaupun pada hakikatnya ketika kita berbicara harus menatap matanya.
Dalam islam, berduaan bersama lawan jenis yang bukan muhrimya dilarang. Karena berawal dari situlah perbuatan zina. Jika bisa, ketika perlu berbicara dengan ikhwan ditemani seorang atau beberapa orang teman atau muhrim kita. Karena jika berduaan dengan lawan jenis yang ketiganya adalah setan.
Sebagian lainnya berpendapat bahwa boleh saja berhubungan dengan lawan jenis karena hal demikian bisa menjadikan kita lebih bersemangat. Lagipula, katanya, bosen apabila temannya hanya akhwat saja. Ya tidak?
Sebagian yang lain menyatakan bahwa hubungan dengan ikhwan hanya sebatas berteman tidak ada salahnya. tapi jangan sampai melanggar batas-batasnya. Lagipula jika memang ikhwan tersebut yang memberikan sesuatu yang positif untuk kita. Tidak salah, misalkan, si ikhwan memberikan semangat dan motivasi untuk kita agar lebih rajin belajar.
Interaksi membuka kesempatan untuk saling memotivasi, melatih amarah, dan lain-lain. Tidak ada salahnya kita berinteraksi dengan ikhwan. Tapi yang tidak diperbolehkn adalah hubungan yang mendekati zina. Karena itu sudah dilaran oleh Allah. Jadi, kalau mau berhubungan sekadar berteman saja. Jangan sampai pacaran. Kalau mau merasakan pacaran langsung nikah saja.

1 komentar:

  1. Casino Rules: A Baccarat Strategy - Betfair Casino
    A baccarat game uses the rules of the game – one of two to two. It's the first of two to come across – and it 바카라사이트 is not a casino 제왕카지노 game. It's หาเงินออนไลน์ the one who will

    BalasHapus